Web Dosen

Care For Better Life

Rokok dan Risiko Anemia

01 March 2017 - dalam Health & Nursing Oleh nkalita-fkp

Masalah rokok menjadi topik yang selalu penting untuk dibicarakan. Berbagai kebijakan dan aturan yang produsen dan konsumen  rokok dipublikasikan secara terus menerus. Jumlah perokok bukan semakin menurun tatapi masih banyak dan usia merokok semakin bertambah muda pada anak dan remaja. Rokok mengandung zat aditif yang dapat mengancam kesehatan. 

Kandungan nikotin  pada paparan asap perokok  aktif atau pasif menyebabkan ikatan  karbon monoksida (CO) dengan hemoglobin (Hb) meningkat.  Karbon monoksida mengikat Hb lebih kuat daripada  oksigen. Asap rokok juga berhubungan dengan penurunan jumlah eritrosit dan  hemoglobin yang meningkatkan risiko  terjadinya anemia. CO cenderung berikatan lama dengan Hb, karena afinitasnya yang kuat. Semakin banyak  asap roko  yang terhisap  maka jumlah eritrosit  akan semakin rendah  yang mengakibatkan gangguan proses  fisiologis dan metabolisme. 

Luasnya penggunaan tembakau yang dimulai pada usia remaja  serta meningkatnya  frekwensi penyakit yang berkaitan dengan ETS ( Environmental Tobacco Smoke) khususnya risiko anemia menuntut upaya pencegahan. Diperlukan sikap sosial dan kebijakan untuk menurunkan angka paparan rokok. 

Anak- anak, ibu hamil akan lebih rentan dengan bahaya  paparan asap  rokok, namun belum semua sadar  dan bertanggung jawab terhadap kesehatan pribadi dan lingkungan tentang bahaya rokok. Entah karena adiksinya yang memberi nyaman, imaginasi keindahan pada hidup  tukang becak, buruh bangunan, pemulung... kenapa mereka lebih memilih rokok daripada sayur dan buah?



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :