NK Alit Armini

Kliping Warna Warni

Pemeriksaan Kehamilan ( Ante Natal Care )

09 March 2017 - dalam Women Health Oleh nkalita-fkp

Pelayanan antenatal  adalah pelayanan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat bidan) untuk semua  ibu selama  masa kehamilannya.  Standar pelayanan ante natal care  meliputi :

1. Timbang dan ukur tinggi badan

2. Pengukuran tekanan darah

3. Pemberian imunisasi TT 

4. Pengukuran tunggi fundus uteri (TFU)

5. Pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama kehamilan

6. Test terhadap penyakit menular seksual 

7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan

Pemeriksaan kehamilan sangat penting karena bisa  memberikan gambaran keadaan ibu hamil, janin dalam kandungan dan kesehatan umum. Melaui pemeriksaan kehamilan  dapat diketahui  sedini mungkin  komplikasi ibu yang dapat mempengaruhi  kehamilan sehingga s segera dapat diatasi. 

Tujuan antenatal care  adalah mempeersiapkan seoptimal mungkin fisik,  mental ibu dan anak  selama masa kehamilan , persalinan, dan memberikan informasi/ nasehat  baik secara formal maupun informal. 



Read More | Respon : 1 komentar

1 Komentar

sucowati dwi jatis

pada : 15 March 2017


" Menurut saya beberapa hal yang perlu diperhatikan saat petugas menangani pasien yang sedang in partu adalah petugas harus mengetahui keadaan ibu, semisal ibu mengalami kecemasan yang berlebihan maka petugas harus mencari tahu faktor yang menyebabkan kecemasan tersebut kemudian berupaya mengatasi dan menenangkan. Selanjutnya selama proses in partus berlangsung petugas juga mencatat kemajuan persalinan ibu pada lembar partograf yang meliputi data pembukaan serviks, turunnya, dan his (frekuensi/10 mnt, lamanya)
Saat In partus petugas harus melakukan Vagina Tusae (VT) karena hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana pembukaan seviks. Pembukaan serviks sangat penting untuk memperkirakan kapan bayi akan lahir, dan kapan ibu harus mengejan dengan kuat . Selain pembukaan, petugas juga harus mengetahu ibu sedang berada pada fase/kala ke barapa. Hal tersebut akan membantu petugas menentukan Pengkajian, masalah keperawatan yang dapat muncul, dan intervensi pada masing-masing fase/kala.
Misalkan saja untuk kala 1 pengkajian yang perlu dilakukan diantaranya pemeriksaan fisik, ttv, DJJ dan kontraksi uterus. Masalah keperawatan yang mungkin muncul diantaranya cemas, kurang pengetahuan, kurangnya volume cairan, nyeri dan koping tidak efektif. Tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut diantaranya teknik relaksasi, distraksi, edukasi dan yang tidak kalah penting yaitu meningkatkan asupan nutrisi . Ibu sangat membutuhkan tenaga saat melahirkan sedangkan ketika sudah masuk kala 2 -4 ibu akan mengalami penurunan nafsu makan karena nyeri yang semakin hebat.
Pengakajian yang perlu dilakukan pada kala 2( saat ibu melahirkan janin) adalah kekuatan ibu dalam mengejan, ibu harus diarahkan dalam mengeluarkan tenaga untuk mengejan. Setelah ibu berhasil melahirkan, perlu dilakukanpendekatan maternal-infant bonding. Selanjutnya memasuki kala 3 yaitu pengeluaran plasenta atau ari-ari yang perlu diperhatikan mengenai tanda-tanda perdarahan, kehangatan bayi, serta perlu tidaknya oksitosin 10 unit IM untuk membantu pengeluaran plassenta. Terakhir , yaitu kala 4 yang merupakan masa pemulihan . Hal penting yang perlu diperhatikan diantaranya keadaan homeostasis, TTV, dan tanda tanda komplikasi. Petugas harus memperhatikan apakah ibu mengalami distensi kandung kemih ,bagaimana keyamanannya, memfasilitasi kebutuhan bonding attachment dan hal lain yang berpengaruh pada pemulihan kesehatan ibu dan bayi.


"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :